Selasa, 26 Agustus 2008

Prolog


Bonsai, menurut arti harafiahnya adalah pohon yang ditanam di dalam suatu tempat (seperti pot) namun secara bebas dapat diartikan sebagai tanaman berkayu yang dapat tumbuh cabang, ranting dan daun secara proporsional yang ditanam di dalam suatu tempat pot. Bonsai merupakan miniatur atau gambaran prespektif tiga dimensi dari pohon nyata yang ada di alam.
Menurut berbagai pendapat, bonsai dikatakan berawal dari budaya menanam pohon dalam pot oleh Bangsa Cina kuno yang kemudian diadopsi oleh Bangsa Jepang kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia. Adapula yang mengatakan bahwa bonsai pertama kali lahir di Bangsa Mesir kuno kemudian disebarkan ke Cina, selanjutnya ke Jepang dan lain sebagainya. Sesungguhnya tidak ada data yang konkrit secara spesifik menyebutkan sejarah di atas, namun yang patut diketahui bahwa seni bonsai memang ada dan berkembang di bangsa tersebut di atas. Jika kita mau mengakui ternyata kegiatan atau seni menanam tumbuhan di dalam suatu tempat/pot di lakukan oleh semua bangsa di seluruh dunia karena hal itu merupakan bagian dari setiap budaya bangsa-bangsa di dunia. Seni bonsai yang berawal dari mencitrakan pemandangan tumbuhan yang ada di alam ke dalam suatu miniatur tidak terlepas dari nilai estetika/keindahan dari seseorang. Seniman, pemilik maupun penikmat seni bonsai memiliki interpretasi sendiri yang khas terhadap setiap objek tanaman bonsai. Interpretasi yang khas tersebut melahirkan berbagai pendapat tentang seni bonsai, cara membuat, menikmati, menilai/mengartikan bonsai. Namun demikian pada akhirnya melahirkan suatu kekaguman akan keindahan bonsai yang tidak lain adalah gambaran dari alam karya agung Tuhan yang maha kuasa.
Berbagai aliran dalam seni bonsai menimbulkan bermacam-macam pendapat tentang seni bonsai, ada yang mengatakan bahwa sebuah bonsai harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu sehingga tampilan keseluruhannya menjadi sempurna (yang terkadang dipaksakan untuk seperti keinginan pembuat/pemilik tanaman), ada pula yang mengatakan bahwa bonsai yang baik dan indah adalah tanaman yang seperti apa adanya di alam hanya saja ditanam di dalam pot yang semuanya serba terbatas sehingga menjadi kerdil (tanaman yang dikerdilkan), ada juga yang berpendapat bahwa bonsai yang baik dan indah adalah bonsai yang seperti kondisi di alam dan sudah mendapat sentuhan tangan manusia sehingga tampak jauh lebih indah dan proporsional.
Apapun pendapat yang ada tentang bonsai biarlah tidak perlu diperdebatkan lebih lanjut karena kembali ke awal bahwa bonsai tergantung orang yang memandang dan menikmatinya. Apapun pendapat anda, lebih baik biarkan berkembang apa adanya dan tetap mengembangkan dan menikmati bonsai. Be your self, jangan sampai pendapat yang terkadang tidak memiliki alasan dasar yang patut diperhitungkan membelenggu kita semua sehingga kita terkotak-kotak dan menjadi picik karena sikap, pikiran dan pengetahuan bonsai.
Bebaskan diri anda dalam menciptakan bonsai dan menikmatinya, semua orang adalah sama tidak ada yang jauh lebih tinggi atau rendah dari yang lainnya. Jangan sekali-kali pun menciptakan belenggu bagi diri dan pikiran anda sendiri. Hargai dan hormati bonsai juga diri anda dan terus berkreasi.
Salam persahabatan dalam harmony.