Senin, 28 September 2009

Terus Belajar, Diskusi dan Berlatih

Maestro Wahyudi D. Sutomo mengajarkan
cara membuat Bonsai Asimetris yang indah.

Maestro Wahyudi D. Sutomo menganalisa
hasil karya Lintang "Lintas Batas"



Lintas Batas sebagai suatu wahana yang selama ini dikelola oleh admin menerapkan prinsip terus belajar (iqra'), berdiskusi dan berlatih dalam segala hal untuk memperbaiki kualitas diri hingga pantas untuk mendapatkan kesuksesan dan kemuliaan. Salah satu minat Lintas Batas adalah mengembangkan dunia seni bonsai di tanah air. Melalui dunia seni bonsai, insya Allah akan menjadi jalan untuk mendapat kemanfaatan yang besar.
Bagi admin dan seniman/seniwati Lintas Batas, belajar diartikan sebagai proses membaca secara luas dari literatur-literatur seni bonsai yang ada, gambar/foto bonsai dari para seniman yang lain serta membaca hamparan alam semesta yang sejatinya adalah madrasah yang tidak pernah habis untuk digali ilmunya. Membaca (iqra') akan menambah wawasan, akan memberikan tambahan pemahaman.
Berdiskusi selalu dilakukan dengan semua orang yang mau. Di Lintas Batas diskusi dilakukan secara santun, yaitu berbicara dan mendengar silih berganti. Semua orang menempatkan diri sebagai pemula yang hendak memperoleh ilmu dari rekan diskusi. Semua saling menghormati dan mampu menahan diri. Kami menyadari bahwa dunia dan manusia diciptakan Allah berbeda satu dengan yang lain sehingga harus dihargai. Kami memandang bahwa perbedaan yang ada di antara kami adalah suatu anugerah yang indah yang membuat kami menjadi jauh lebih baik dan kuat. Kebiasaan melakukan diskusi akan menjadikan komunitas Lintas Batas menjadi semakin arif dan terbiasa berinteraksi dengan orang lain dengan baik.
Budaya berlatih membuat bonsai (membentuk, mempertahankan, mengubah gaya hingga menciptakan bonsai baru dengan bahan baku bonsai lama/transformasi) akan membuat kami menjadi terampil hingga akhirnya mencapai tahap mahir dalam membuat bonsai. Kami percaya bahwa kemahiran hanya dapat dicapai dengan latihan yang konsisten (teratur, terstruktur dan terukur).
Lintas Batas merasa sangat beruntung karena selama ini banyak seniman-seniman bonsai dan pihak lain yang berkaitan dengan bonsai memberikan perhatian pada upaya-upaya kami menuju kebaikan. Maestro Bonsai Indonesia seperti Wahyudi D. Sutomo dari Forum Komunikasi Bonsai Sidoarjo mau meluangkan waktu bertandang ke Lintas Batas untuk berbagi ilmu dan pengalaman bagi kami. Dalam beberapa kesempatan, Beliau mengajarkan dan membimbing seniman & seniwati Lintas Batas. Secara pribadi Wahyudi D. Sutomo memberikan apresiasi yang positif atas upaya-upaya Lintas Batas untuk mengembangkan dunia seni bonsai di tanah air. Semoga saja Allah meridhoi upaya-upaya Lintas Batas, memberikan petunjuk dan pertolongan-Nya hingga kita semua dapat memajukan Bonsai Indonesia.
Bonsai Indonesia . . . . . .Jaya!
Bonsai Indonesia . . . . . .Jaya!
Bonsai Indonesia . . . . . .Jaya!

Cute Bonsai Trainer



Beberapa tahun terakhir ini perkembangan seni bonsai di tanah air menurut pengamatan admin sangat menggembirakan. Para penggemar bonsai, seniman bonsai, kolektor, pedagang, klub/paguyuban, para pengurus organisasi perbonsaian dan berbagai pihak lainya cukup intensif mengolah dan menampilkan kembali bonsai-bonsainya. Gejala dinamisnya terlihat dari berbagai acara pameran dan kontes bonsai yang marak digelar di berbagai wilayah di Indonesia dari yang tingkatan regional hingga internasional seperti Aspac di Bali beberapa tahun yang lalu. Kondisi ini sungguh sangat menggembirakan.

Para seniman, maestro dan pengurus giat untuk kembali mengangkat bonsai Indonesia hingga pencapaian yang membanggakan dalam taraf internasional. Admin menduga bahwa seniman, maestro dan pengurus perkumpulan bonsai sedang berusaha untuk menemukan, mewujudkan suatu “identitas bonsai Indonesia”. Admin yakin bahwa para pihak yang concern terhadap bonsai nasional menginginkan agar bonsai Indonesia memiliki ciri khas ke-Indonesia-an sehingga bonsai di tanah air yang konon katanya berasal muasal dari luar negeri dapat diasimilasikan dengan budaya dan kekayaan hayati Indonesia yang sungguh sangat mengagumkan.

Sepengetahuan admin, selama ini dalam dunia seni bonsai di tanah air keterlibatan kaum perempuan sangat terbatas. Para perempuan yang berkecimpung di dunia seni bonsai tanah air sebatas pada menyenangi atau mengoleksi berbagai bonsai saja, sedangkan pembuat/seniwati/trainer bonsai perempuan sepertinya belum ada. Fenomena ini sangat menarik bagi admin untuk mengkajinya dan berupaya untuk memberikan alternatif pilihan konsep cara pandang terhadap seniwati bonsai.

Hobi dalam seni bonsai menurut beberapa orang maestro seni bonsai di Indonesia merupakan bagian dalam ranah seni rupa. Berbicara mengenai ranah seni rupa, biasanya makhluk yang namanya perempuan memiliki sensitivitas rasa seni yang tinggi sehingga sering kita temui hasil-hasil karya seni para seniwati memiliki kualitas yang tinggi. Hasil karya seni dari seniwati biasanya penjiwaannya lebih terasa menyentuh para penikmatnya. Feminisme perempuan biasanya juga akan terekspresi pada benda-benda di sekitarnya termasuk juga jika menyukai bonsai maka kesan feminim akan tampak.

Setelah sekian waktu berinteraksi dengan para pebonsai, beberapa waktu yang lalu admin beruntung berkenalan dengan seorang pebonsai perempuan yang mempunyai minat membuat bonsai bukan sekedar membeli atau menikmati bonsai saja. Pada akhirnya seniwati bonsai ini mau bergabung dengan admin dalam suatu wahana ”Lintas Batas” untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan dan belajar tentang bonsai dan kehidupan.

Saat ini secara rutin setiap Hari Minggu, seniwati bonsai ini bersama dengan seniman bonsai yang lain bertemu di ”Lintas Batas” untuk sekedar berdiskusi, belajar dan meningkatkan keterampilan pembuatan bonsai. Semoga aktivitas yang produktif ini kelak bermanfaat bagi semua pihak. Eh, hampir kelupaan nama seniwati bonsai ini ”Lintang Lintas Batas”. Ada yang menemukan seniwati bonsai yang lainnya?