Rabu, 28 Oktober 2009

Lintas Batas Silaturahim dengan Imagine Bonsai Club

Lintas Batas foto bersama di kebun bonsai milik Sulistyanto Soejoso


3 Mantan Jejakas sedang berbincang tentang bonsai




Pada Hari Minggu tanggal 25 Oktober 2009, Forum Komunikasi Lintas Batas menyempatkan diri bersilaturahim dengan Imagine Bonsai Club yang bermarkas di Kutisari Utara tempat kediaman Sulis Ninja di Sidoarjo Jatim. Silaturahim kali ini diisi dengan kegiatan diskusi seputar dunia seni bonsai dan dunia pendidikan kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi kebun Santigi di samping rumah Sulis Ninja.

Diskusi kali itu membahas tentang kondisi aktual dunia seni bonsai di Indonesia serta idealisme untuk mengupayakan agar dunia seni bonsai tersebut menjadi maju, berkualitas, memiliki jati diri sehingga diperhitungkan serta memiliki reputasi dan prestasi dalam kancah perbonsaian internasional. Dalam diskusi tersebut muncul pendapat bahwa untuk mewujudkan cita-cita yang tinggi itu paling tidak harus dilakukan pembenahan pada 4 pilar utama perbonsaian di tanah air. Keempat pilar utama tersebut adalah aturan tentang tata kelola seni bonsai, organisasi bonsai, pebisnis bonsai serta para penggemar seni bonsai.

Dalam kesempatan itu, diskusi dilakukan secara santai, penuh keakraban dan jauh dari ketegangan serta egoisme pribadi. Hal positif yang dapat dipetik oleh admin dari event itu adalah pertama bertambah wawasan tentang dunia seni bonsai, semakin akrab dengan peserta diskusi, saling asih asah dan asuh secara santun. Memang diskusi tersebut tidak ditujukan secara muluk-muluk, hanya untuk masukan masing-masing pribadi untuk lebih meningkatkan kapabilitasnya. Selama acara diskusi, peserta diskusi disuguhi sajian cemilan yang berupa jajan pasar buatan home industri khas Sidoarjo.

Selepas diskusi, peserta diberi kesempatan langka untuk melihat koleksi Suiseki dan batu-batuan lainnya milik Sulis Ninja. Ternyata selain seniman bonsai yang berkarakter, Sulis Ninja juga seorang kolektor batu dan suiseki. Koleksi yang dimilikinya sangat banyak, bahkan beberapa di antaranya termasuk koleksi yang langka. Sungguh beliau sangat beruntung memilikinya. Selanjutnya setelah selesai melihat bebatuan, perserta diajak untuk berkunjung ke samping dan belakang rumah untuk melihat-lihat koleksi bonsai milik Sulis Ninja yang mayoritas adalah bonsai Santigi yang sangat indah dan dramatis. Bagi admin, beliau memang layak dan pantas jika disebut sebagai seorang Maestro Bonsai Indonesia. Jika beliau menginginkan sekedar populer atau ngetop seantero dunia maka dengan memanfaatkan teknologi informasi saat ini yang sudah maju tentu hal itu sangat mudah. Jika masyarakat dunia tahu koleksi Santigi dari Sulis Ninja tentunya beliau akan segera menjadi the most wanted bonsai artist and collector, especially Santigi Bonsai.

Selain bonsai Santigi, Sulis Ninja juga membuat bonsai Wahong Laut, Cemara udang, Chinnensis dan lain sebagainya. Namun dari sekian jenis bahan bonsai tersebut, menurut pengamatan admin ternyata Sulis Ninja paling piawai membuat bonsai Santigi.


Selasa, 27 Oktober 2009

Lintas Batas silaturahim ke Surabaya

"Lintas Batas" disambut di FKSB Surabaya



"Lintas Batas di kebun FKSB Surabaya"



Pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 24-25 Oktober 2009 Forum Komunikasi "Lintas Batas" melaksanakan silaturahim dan study tour ke Surabaya dan Sidoarjo. Rombongan berangkat dari Jogjakarta Jumat malam dan tiba di Surabaya Sabtu pagi menjelang subuh. Di bilangan Waru, Surabaya rombongan dijemput oleh penggagas Forum Komunikasi Seni Bonsai Surabaya, Wahyudi D. Sutomo. Selanjutnya rombongan beristirahat sejenak di hotel di kawasan Sidosermo.

Pada Sabtu siang, rangkaian kegiatan diawali dengan penerimaan rombongan oleh FKSB Surabaya yang dihadiri oleh anggota komunitas bonsai Surabaya-Sidoarjo. Selanjutnya setelah sejenak beramah tamah diteruskan dengan performance seniman-seniman bonsai dari "Lintas Batas" menggunakan bahan-bahan bonsai yang tersedia di kebun FKSB Surabaya. Performance dilakukan oleh Aan Arif "Lintas Batas", Roni "Lintas Batas" dan Tanto "Lintas Batas".

Pada kesempatan itu dipilih bahan-bahan bonsai dari wahong laut yang kondisinya paling minim jika dibandingkan dengan seluruh bahan bonsai yang ada di kebun tersebut. Seniman "Lintas Batas" memang sengaja mengambil alternatif tersebut karena performance tersebut ditujukan untuk memberi wawasan dan nuansa baru dalam memandang seni bonsai sehingga menjadi wacana yang baru bagi dunia seni bonsai khususnya di tanah air tercinta ini. Jika bahan yang diolah adalah bahan yang sudah bagus tentunya tidak sulit untuk meningkatkannya menjadi lebih bagus, tetapi jika bahan yang diolah itu kondisinya minim maka jika dioleh menjadi bonsai yang jauh lebih bagus maka akan ada nilai tambah yang besar pada proses pengolahan bahan bonsai tersebut. Hal-hal seperti ini yang selalu ditanamkan di Forum Komunikasi "Lintas Batas" yaitu bagaimana menciptakan nilai tambah/value added sehingga setiap bahan bonsai akan mempunyai keunggulan komparatif maupun keunggulan kompetitif.

Pada awal performance, seperti biasa bahwa audience kurang tertarik karena memang seniman-seniman "Lintas Batas" relatif "baru" dan kurang populer di dunia perbonsaian nasional. Namun kondisi seperti itu sudah biasa dialami oleh mereka sehingga tanpa terpengaruh tetap fokus menganalisa kondisi bahan bonsai (melakukan content analysis) untuk menciptakan kemungkinan-kemungkinan cara mengolah bahan bonsai tersebut. Setelah muncul ide yang paling brilliant maka selanjutnya bahan bonsai dieksekusi dengan segera. Di tengah-tengah performance seluruh audience terdiam semua dan fokus memperhatikan kesigapan para seniman bonsai yang sedang mencurahkan segenap kemampuan dalam merespon bahan bonsai tersebut.

Singkatnya ketiga bahan bonsai tersebut kini menjadi dasaran bonsai yang baru yang memiliki nilai seni yang tinggi yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh pemilik atau audience. Selanjutnya para seniman menjelaskan segenap proses yang telah dilaksanakan serta konsep bonsai seperti apa yang kini disuguhkan kepada audience. Dari beberapa yang hadir sempat terlontar ucapan bahwa kemampuan para seniman "Lintas Batas" di atas rata-rata seniman bonsai yang lain karena pemahaman tentang seni bonsainya jauh di atas tahap maju tetapi lebih ke arah tahap kreatif eksploratif, bonsai yang ditawarkan benar-benar wacana baru yang melambangkan ciri khas bonsai Indonesia.

Ungkapan-ungkapan di atas tentunya tidak lepas dari kreativitas yang telah ditunjukkan, penggunaan material sederhana untuk membangun kesatuan antara pohon dan tempat tumbuhnya, konsep keseluruhan yang ditampilkan dari bonsai yang dibentuk. Untuk gambaran bagaimana performance-nya, hasil bonsainya bagaimana dan fakta sebenarnya seperti apa jika penasaran tanya aja ke FKSB Surabaya atau Wahyudi D. Sutomo. Foto-fotonya nyusul aja yach!

Pada sore harinya dilanjutkan dengan kunjungan "Lintas Batas" ke kebun bonsai milik Husni Bahasuan di Surabaya. Pada acara ini "Lintas Batas" berkesempatan untuk melihat-lihat koleksi Pak Husni yang buanyak sekali. Beberapa tanaman langka dan impor juga ditunjukkan pada acara tersebut. Sungguh pengalaman yang berharga karena menambah wawasan dan semakin meningkatkan rasa persahabatan.

Selepas Maghrib, "Lintas Batas" diajak oleh Wahyudi D. Sutomo dan Sulistyo "Ninja" Soejoso untuk berwisata kuliner di kawasan-kawasan Surabaya sambil ngobrol tentang dunia seni bonsai dan seni rupa lainnya. Pada malam hari itu juga sempat dibawa ke salah satu galeri lukisan yang sering mengadakan pameran lukisan.


Salam bonsai kreatif.


Jumat, 16 Oktober 2009

Menjadi Jauh Lebih Bernilai, Bijaksana & Bermanfaat



4 Pribadi, dapat beda: karakter, cara pandang,
persepsi dan pendapat. Inilah indahnya keragaman.


Salam persahabatan dalam harmony keragaman,

Hobi adalah kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang untuk menenangkan pikiran seseorang. Tujuan hobi adalah untuk memenuhi keinginan dan mendapatkan kesenangan. Terdapat berbagai macam jenis hobi seperti mengumpulkan perangko dan barang antik, melakukan olah raga, memancing, membaca dan juga beraktivitas di seni bonsai.
Kata "seni" adalah sebuah kata yang semua orang di pastikan mengenalnya, walaupun dengan kadar pemahaman yang berbeda. Konon kabarnya kata seni berasal dari kata "SANI" yang kurang lebih artinya "Jiwa Yang Luhur/Ketulusan Jiwa". Penulis memaknainya dengan keberangkatan orang/seniman saat akan membuat karya seni, namun menurut kajian ilmu di Eropa mengatakan "ART" (artivisial) yang artinya kurang lebih adalah barang atau karya dari sebuah kegiatan. Namun kita tidak usah mempersoalkan makna ini, karena kenyataannya kalau kita memperdebatkan makna yang seperti ini maka tidak akan berakhir, biarlah orang memilih terserah mereka. Secara pribadi penulis cenderung pada pemahaman seni dalam arti jiwa yang luhur/ketulusan jiwa.

Sahabat bonsai yang kreatif,

Kita semua ditakdirkan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk menjadi makhluk sosial di samping menjadi makhluk individual. Dalam keseharian, kita bergaul dengan orang lain dalam ikatan komunitas dan masyarakat. Dalam pergaulan tersebut sering terjadi konflik-konflik/pertentangan dengan orang lain, termasuk juga dalam tata pergaulan di dunia seni bonsai.
Sering kali kita dengar atau melihat terjadi konflik antara penggemar bonsai dengan penggemar bonsai yang lainnya. Hal itu dilatarbelakangi oleh beberapa hal yang mendasar sebagai berikut: pada dasarnya manusia diciptakan berbeda-beda (beragam, bukan seragam) satu dengan yang lainnya, setiap manusia memiliki kecenderungan untuk mempertahankan pendapat dan egonya sendiri dalam rangka menunjukkan keberadaan/eksistensinya.
Persepsi seseorang terhadap suatu hasil karya seni bonsai dan atau terhadap orang lain sangat mungkin menimbulkan konflik dalam pergaulan sehari-hari. Perbedaan persepsi orang tentang suatu hasil karya seni bonsai atau hal lain terjadi karena keragaman kualitas seseorang/pemersepsi, karakter benda/orang yang dipersepsi serta suasana yang terbangun pada kesempatan itu.

Sahabat bonsai yang kreatif,

Konflik-konflik destruktif yang terkadang mewarnai pergaulan kita dalam masyarakat seni bonsai sungguh patut disayangkan karena hal-hal tersebut sangat tidak menguntungkan bagi kita semua. Akan jauh lebih baik jika kita mengingat kembali kepada pemahaman tentang seni yang mengarah pada keluhuran/ketulusan jiwa kita yang menggeluti seni bonsai. Seni bonsai sepantasnya dinikmati sebagai hobi yang merupakan kegiatan rekreasi yang menyenangkan dan menenangkan jiwa kita semua.
Diawali dari hobi dalam seni bonsai hendaknya kita memiliki sikap tenggang rasa terhadap sahabat bonsai yang lain, mau dan mampu menghargai perbedaan-perbedaan yang ada. Tidak semua perbedaan yang timbul dalam tata pergaulan masyarakat seni bonsai harus dibuat menjadi sama/seragam karena keragaman adalah suatu rahmat yang indah. Namun demikian perbedaan yang sering muncul bukan tabu untuk dijadikan diskusi yang sehat, karena dengan diskusi maka akan muncul ide-ide kreatif dan inovasi-inovasi dalam seni bonsai. Perbedaan yang muncul dalam diskusi seni bonsai akan mampu mengembangkan, membesarkan dan memajukan dunia seni bonsai itu sendiri. Tanpa adanya perbedaan dan perubahan maka dunia seni bonsai Indonesia akan diam tidak berkembang.
Kritik terhadap suatu hasil karya seni bonsai atau terhadap seseorang jika disampaikan dengan cara-cara yang santun dan disikapi dengan santun pula maka tidak akan menjadi konflik yang merusak. Cara-cara yang santun dalam mengkritik dan menjawab kritik akan mampu mengurangi tekanan dan meredam suasana yang hati panas. Kesantunan selaras dengan tujuan seni bonsai yaitu membentuk jiwa yang luhur. Kritik seseorang terhadap orang lain atau diri kita harus dipahami sebagai tanda cinta, kepedulian orang lain terhadap yang dikritik.
Apabila kesantunan dalam bergaul di masyarakat seni bonsai telah terwujud secara konsisten maka akan muncul persahabatan dan persaudaraan yang hakiki. Sesama pebonsai adalah sahabat, saudara yang harus dihargai, dihormati, disayangi dan dilindungi ketika mengalami kesulitan/kesusahan. Idealnya para sahabat bonsai mampu menyebarkan kebaikan-kebaikan bagi sahabat bonsai yang lainnya. Sesungguhnya setiap sahabat bonsai akan memiliki kemuliaan yang sejati ketika sahabat bonsai sekalian mampu memberikan manfaat bagi orang-orang dan lingkungan sekitar kita.

Sahabat bonsai yang kreatif,

Sebagai penggemar bonsai yang memiliki keluhuran jiwa, sahabat bonsai sekalian tentunya mampu membaca tanda-tanda kebesaran Tuhan Yang Maha Sempurna melalui alam dan tanaman yang kita jadikan bonsai. Pebonsai yang berjiwa kreatif dan luhur memiliki kepekaan membaca fenomena alam, mampu menyerap keindahan yang telah diciptakan Tuhan pada bahan-bahan bonsai.
Sahabat bonsai sekalian sungguh sangat beruntung hidup di alam Indonesia yang kaya raya akan jenis tumbuhan, memiliki pemandangan alam yang indah, memiliki beragam habitat hidup tanaman. Kekayaan alam Indonesia seperti di atas jika mendapat sentuhan kreatif dari jiwa-jiwa yang luhur sahabat bonsai serta kehendak Tuhan maka niscaya akan menjadi hasil-hasil karya seni bonsai yang bermutu tinggi yang mencerminkan identitas bonsai Indonesia.
Penulis sungguh sangat yakin bahwa sahabat bonsai yang kreatif dan berbudi luhur akan mampu mengolah bahan-bahan bonsai yang secara alami sudah indah sehingga menjadi bonsai yang bermutu tinggi. Harapannya adalah para sahabat bonsai mampu meningkatkan nilai dari bahan-bahan bonsai asli alam Indonesia. Peningkatan nilai ini secara sederhana dapat dipahami dari pilihan seperti ini ” sebatang pohon yang tumbuh di alam hendak dijadikan seikat kayu bakar atau hendak dijadikan sebuah maha karya seni bonsai yang bermutu tinggi?” Semua itu adalah salah satu contoh pilihan yang penulis yakin bahwa para sahabat bonsai tentu akan lebih memilih untuk membentuk pohon itu menjadi sebuah bonsai indah yang bermutu tinggi.
Pada kesempatan ini penulis menaruh harapan kepada para sahabat bonsai Indonesia untuk memiliki kepekaan rasa dalam melihat bahan-bahan bonsai dan alam Indonesia serta mau berupaya untuk meningkatkan nilainya sehingga mampu membawa manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Majulah Bonsai Indonesia, Salam persahabatan dalam harmony keragaman.