Sabtu, 14 November 2009

Menjadikan Keragaman Sebagai Unsur Jati Diri Bonsai Indonesia


Beragam, setelah dipadupadan dengan tepat akan jadi indah & nikmat!


Dewasa ini seni bonsai telah menyebar ke seluruh penjuru dunia termasuk juga ke Indonesia. Seni Bonsai yang memiliki sejarah berasal dari luar negeri (mungkin saja China, Jepang, India atau Mesir) telah masuk ke Indonesia dan terjadi proses asimilasi serta akulturasi dengan Budaya Indonesia. Demikian pula seni bonsai juga masuk dan berkembang ke seluruh penjuru dunia.
Di negara-negara lain sebut saja Amerika Serikat, Italia, Perancis, Belanda, Belgia, Australia dan lain sebagainya, seni bonsai mengalami perkembangan yang relatif bergeser dari corak dan gaya aslinya. Seni bonsai tidak lagi mutlak mengikuti pakem Jepang dan Cina yang semula dijadikan acuan dasar dalam seni bonsai. Di negara-negara tersebut seni bonsai dikembangkan secara bebas, dipadupadankan dengan bidang seni yang lain menggunakan imajinasi dan kreativitas senimannya. Oleh karenanya di negara-negara tersebut seni bonsai menjadi berkembang jauh lebih pesat di bandingkan dengan di negara kita tercinta Indonesia.
Jika kita melihat bonsai-bonsai hasil karya seniman-seniman bonsai dari Eropa, Amerika, Cina dan Jepang tentu dalam hati kita akan mampu menduga bahwa bonsai-bonsai tersebut berasal dari belahan dunia di atas. Hal tersebut terjadi karena bonsai-bonsai tersebut memiliki kepribadian, karakter, ciri khas dan ruh yang menjadikan bonsai tersebut memiliki jati diri. Lalu bagaimana ketika kita melihat mayoritas bonsai-bonsai yang ada di tanah air? Menurut penglihatan penulis pribadi, mayoritas bonsai-bonsai yang ada di tanah air kita belum menggambarkan/mencitrakan suatu bonsai yang berkepribadian Indonesia, belum sebenar-benarnya menggambarkan Indonesia. Mayoritas masih mencitrakan bonsai hasil reproduksi bonsai-bonsai Jepang dan Cina!
Dari dua gambaran yang kontras di atas, lalu muncul pertanyaan bagaimana semestinya bonsai-bonsai yang ada di Indonesia? Apa pentingnya Bonsai Indonesia harus memiliki jati diri? Bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan jati diri Bonsai Indonesia? Untuk menjawab sejumlah pertanyaan di atas, dapat dilakukan dengan suatu pendekatan analisa stratejik yang bersudut pandang dari wawasan nusantara. Wawasan nusantara sebagaimana diketahui bersama sebagai suatu konsepsi berbangsa bagi negara kita Indonesia.
Untuk memahami jati diri kita berpegang pada konsep jati diri yang mendasarkan pada kesadaran tentang esensi keberadaan kita sebagai seorang manusia. Jati diri berasal dari Bahasa Jawa ”sejatining diri” yang berarti siapa diri kita sesungguhnya, hakikat atau fitrah manusia yang berisikan sifat-sifat dasar manusia murni dari Tuhan dalam batas kemampuan insani yang dibawa sejak lahir. Jati diri erat kaitannya dengan hati yang bersih dan sehat. Pada perkembangannya jati diri merupakan totalitas penampilan atau kepribadian seseorang yang akan mencerminkan secara utuh pemikiran, sikap dan perilakunya. Orang yang berjati diri akan mampu memadukan antara cipta (olah pikir), karsa (kehendak dan karya) serta rasa (olah hati).
Jika hal ini diterapkan dalam dunia seni bonsai maka jati diri Bonsai Indonesia oleh penulis diartikan sebagai hakikat Bonsai-bonsai yang dimiliki, dihasilkan oleh Bangsa Indonesia yang memiliki karakter beragam sesuai dengan nilai-nilai luhur yang hidup, tumbuh dan berkembang di seluruh wilayah Indonesia. Jati diri Bonsai Indonesia merupakan hasil olah pikir, kehendak-karya dan oleh rasa seniman-seniwati bonsai Indonesia.
Membahas tentang Bonsai Indonesia tentu saja tidak dapat lepas dari karakteristik Bangsa Indonesia. Semua orang tahu bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang terdiri dari belasan ribu pulau-pulau yang dihubungkan oleh samudera yang sangat luas. Kepulauan yang terhampar dari Sabang hingga Merauke dan dari Miangas hingga Pulau Rote dihuni oleh ratusan suku bangsa yang masing-masing berbeda satu dengan yang lain.
Dari ratusan suku bangsa ini lahirlah beratus-ratus budaya daerah yang pucuk-pucuk tertingginya menjadi Budaya Nasional Indonesia. Semua budaya daerah yang menjelma menjadi Budaya Nasional Indonesia diakui kualitasnya dan termasyur di seluruh dunia. Sejak jaman dahulu kala Bangsa Indonesia termasyur akan keanekaragamannya dan kekayaan alam serta budayanya. Keanekaragaman dan kekayaan inilah yang menarik bagi bangsa-bangsa lain di dunia untuk datang ke Indonesia bahkan sempat melakukan penjajahan secara nyata di Bumi Indonesia.
Keanekaragaman yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai kekuatan bangsa namun juga dapat digunakan menjadi kelemahan bangsa. Menjadikan keragaman sebagai bahan terjadinya konflik merupakan wujud dari cara memandang keragaman sebagai suatu kelemahan. Namun sebaliknya, keragaman dipandang sebagai suatu kekuatan bangsa maka keragaman dipandang dan disikapi secara bijaksana. Kita harus menyadari bahwa pada hakikatnya setiap orang, suku bangsa pastilah berbeda/beragam satu dengan yang lainnya karena Tuhan Yang Maha Kuasa menciptakan sejak awal setiap orang sempurna dalam segala perbedaan/keragamannya. Hal ini harus kita hormati, harus kita hargai sehingga sangat diperlukan untuk mengembangkan sikap tenggang rasa serta menghormati.
Tenggang rasa dan penghormatan atas perbedaan dan keragaman juga sudah sepantasnya jika diterapkan pada perbedaan sikap, pendapat dan pilihan jalan hidup seseorang. Setiap orang merdeka untuk bersikap, berpendapat dan mengekspresikan jati dirinya secara bertanggung jawab. Bangsa Indonesia telah menyadari bahwa setiap orang setiap bangsa berhak atas kemerdekaan sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945. Kemerdekaan sebagaimana yang dimaksud dalam pembukaan UUD 1945 juga sepatutnya dijunjung tinggi dan diterapkan dalam dunia seni bonsai di Indonesia. Setiap penggemar bonsai tanah air harus dihormati kemerdekaan dalam selera, pilihan dan kemampuan membuat bonsainya. Setiap orang wajib hukumnya untuk menghormati dan menghargai penggemar bonsai dan hasil karya satu dengan yang lain. Jika setiap orang sudah mampu saling menhargai dan menghormati kemerdekaan dan kebebasan dalam berkarya dan berekspresi di seni bonsai, niscaya akan muncul keberagaman Bonsai Indonesia serta memiliki jati diri.
Membicarakan tentang jati diri bonsai maka tentu tidak dapat terlepas dari eksistensi/keberadaan Bonsai Indonesia dalam dunia perbonsaian nasional, regional maupun internasional. Jati diri Bonsai Indonesia perlu dibangun dalam rangka untuk mempertahankan eksistensinya dan mampu unggul dalam persaingan dengan bonsai-bonsai dari negara lain. Saat ini untuk mencari jati diri Bonsai Indonesia dipengaruhi oleh beberap faktor strategis baik yang berasal dari dalam maupun dari luar negeri.
Dari dalam negeri Indonesia terdapat sejumlah faktor yang dapat berperan sebagai faktor kelemahan dan faktor kekuatan dalam mencari jati diri Bonsai Indonesia. Beberapa hal yang dapat menjadi faktor yang melemahkan segala upaya mewujudkan jati diri Bonsai Indonesia adalah perilaku penggemar bonsai yang cenderung: kurang santun, kurang tenggang rasa, mampu menghargai dan menghormati penggemar dan karya orang lain, kurang bertanggung jawab serta terkadang tidak jujur, lebih dominan bersifat individualistik dari pada mengutamakan kepentingan umum. Kelemahan yang lainnya adalah sarana dan prasarana untuk menghasilkan bonsai kurang tersebar merata di seluruh nusantara, masih cenderung terpusat di Pulau Jawa, komunikasi yang kurang lancar antara para stakeholders (PPBI, pebisnis, penggemar).
Adapun hal-hal yang dapat dimanfaatkan sebagai kekuatan untuk mewujudkan jati diri Bonsai Indonesia adalah bahwa Bangsa Indonesia terdiri dari banyak suku bangsa yang masing-masing memiliki budaya dan kearifan lokal yang tinggi, orang Indonesia terkenal kreatif mensiasati keterbatasan/hambatan yang dijumpai, bumi Indonesia kaya akan flora/tumbuhan yang dapat dijadikan bahan bonsai bermutu tinggi, panorama alam Indonesia sangat beragam dan indah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai inspirasi dalam membuat bonsai. Selain itu Indonesia juga kaya akan bahan-bahan pendukung untuk membuat bonsai-bonsai yang berkualitas.
Faktor dari luar negeri yang menjadi hambatan untuk mewujudkan jati diri Bonsai Indonesia adalah bahwa bonsai asli berasal dari luar negeri serta perkembangan bonsai luar negeri yang sedemikian pesatnya sehingga sering ditiru mutlak oleh penggemar di Indonesia. Akibatnya adalah bahwa banyak kita jumpai bonsai-bonsai kita hanya merupakan jiplakan atau tiruan dari bonsai-bonsai luar negeri, kreativitas seniman bonsai Indonesia dapat menjadi menurun karenanya. Adanya pemilik modal yang kuat dari luar negeri dapat juga menjadi tantangan bagi kita, karena mereka sering membeli bahan-bahan bonsai hasil karya seniman Indonesia yang belum jadi. Hal ini menyebabkan banyak calon-calon bonsai bagus segera berpindah tangan kepemilikannya ke luar negeri.
Sedangkan peluang dari luar negeri yang dapat dimanfaatkan antara lain adalah adanya tata kelola bonsai yang telah terbangun secara baik di luar negeri sehingga dapat memotivasi seniman bonsai Indonesia untuk ditampilkan secara obyektif di luar negeri atau bahkan nantinya dijual dalam bentuk bonsai jadi di pasar internasional.
Mensikapi beberapa fakta riil di atas maka dapat disarankan agar diberlakukan tata kelola dunia seni bonsai yang baik (good governance di bidang bonsai) di Indonesia. Adapun yang menjadi pilar utamanya adalah PPBI selaku organisasi resmi masyarakat bonsai, pebisnis bonsai dan penggemar bonsai. Masing-masing pihak diharapkan mau dan mampu untuk mawas diri dan berkomitmen untuk memajukan dunia seni bonsai di Indonesia. Kemudian diharapkan terjadi kerja sama antara para pihak untuk membentuk sinergi mewujudkan jati diri Bonsai Indonesia.
Hal penting lainnya adalah tentang perilaku para penggemar bonsai agar menjadi semakin baik, luhur dan bijaksana seperti filosofi dari seni bonsai itu sendiri. Diharapkan agar para penggemar bonsai mengakui adanya keberagaman Bangsa Indonesia dan Bonsai Indonesia sehingga tidak dijadikan seragam karena keberagaman adalah hak yang wajib dihormati.
Demikian sekilas pengantar tinjauan stratejik tentang pencarian jati diri Bonsai Indonesia disampaikan untuk menghantarkan suatu alternatif wacana pemahaman bagi penggemar bonsai sekalian. Diharapkan agar setelah memahami pengantar ini maka akan membuka forum-forum diskusi/musyawarah untuk membahas upaya-upaya riil secara menyeluruh terintegrasi guna mewujudkan jati diri Bonsai Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar