Senin, 21 Desember 2009

Keberanian Mengolah Tanaman Lokal Indonesia

Streblus/Serut Lanang, koleksi wisnujakas "Lintas Batas"


Ki Jagad, koleksi wisnujakas "Lintas Batas"


Landepan, koleksi wisnujakas "Lintas Batas"


Gulo Gumantung, koleksi wisnujakas "Lintas Batas"


Indonesia dianugerahi Tuhan Yang Maha Pemurah kekayaan alam yang sungguh sangat banyak dan beraneka ragam. Salah satu kekayaan alam di bumi Indonesia adalah keragaman flora. Berkaitan dengan keragaman flora, Indonesia memiliki kekayaan flora nomor dua di dunia setelah Brazil. Ini berarti bahwa di bumi Indonesia terdapat puluhan ribu jenis tanaman yang terhampar di berbagai macam ekosistem.

Dari ribuan jenis tanaman tersebut tentunya terdapat banyak spesies yang dapat dijadikan sebagai bahan bonsai yang bermutu tinggi. Selama ini melalui literature-literatur tentang bonsai kita hanya mengenal ratusan jenis tanaman yang dijadikan bonsai. Dari kondisi ini maka sangat terbuka kemungkinan bagi seniman-seniman bonsai Indonesia untuk menggali potensi keindahan flora Indonesia melalui seni bonsai. Hal ini menjadi peluang untuk mempopulerkan tanaman-tanaman local/endemic yang ada di Indonesia untuk menjadi jenis tanaman bonsai yang terkenal di dunia internasional.

Peluang ini juga menjadi tantangan bagi seniman bonsai Indonesia untuk mengukur kemampuan mengolah bahan bonsai serta menunjukkan kreativitasnya di bidang seni bonsai. Ibarat suatu pertaruhan maka tantangan di atas sangat mungkin akan mampu mengangkat berbagai jenis spesies tanaman endemic Indonesia dan nama seniman bonsai Indonesia.

Jika dilihat dari kaca mata analisis SWOT maka penulis sangat yakin bahwa lebih dominant factor-faktor yang menguntungkan bagi seniman bonsai Indonesia untuk dapat berkarya dengan baik. Bagi penulis, dibutuhkan kenekatan untuk dapat menghasilkan karya bonsai yang bernilai tinggi. Jangan pernah merasa ragu atau terlalu pasti akan masa depan akan tetapi akan jauh lebih baik dan bijaksana jika kita mengupayakan dan mengerjakan hal-hal yang baik untuk berkarya menghasilkan bonsai yang memiliki kualitas tinggi. Selamat berjuang dan mengukir prestasi!

Minggu, 20 Desember 2009

Seni Bonsai sebagai Hobby Keluarga

Ayo Nak, cari bonsai-bonsai!

Ini dia bonsai Kimeng yang akan ditata ulang.

Baru setengah pekerjaan nich!

Tinggal pruning bagian atasnya saja.

Hasil akhir pengerjaan Bulan November 2009.

Akhir-akhir ini dunia perbonsaian di Indonesia mulai banyak aktivitas yang menandakan bahwa nafas kehidupan bonsai semakin jelas. Dinamika kegiatan-kegiatan para penggemar bonsai juga semakin tinggi, hal ini ditengarai dengan seringnya digelar berbagai acara seperti pameran, kontes, sarasehan maupun aktivitas pribadi para penggemar bonsai untuk merawat bonsainya.

Bagi admin sendiri kondisi di atas sungguh sangat menggembirakan tatkala dunia bonsai semakin semarak. Ini berarti bahwa akan ada semakin banyak rekan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang bonsai dengan admin. Dengan bertambahnya penggemar bonsai maka dapat dipastikan bahwa aktivitas dan komunikasi tentang bonsai juga akan mengalami pertambahan. Sungguh sangat menyenangkan membayangkan bahwa akan bertemu, berkomunikasi dan saling berbagi dengan rekan-rekan yang memiliki minat yang sama di bidang seni bonsai.

Seni bonsai bagi admin adalah suatu hobby yang sangat menyenangkan, bagaimana tidak? Setiap hari admin dikelilingi dengan tanaman-tanaman bonsai yang indah meliuk-liuk, sensual, berdaun hijau yang memberi kesejukan dan kesegaran bagi mata dan pikiran. Setiap memandang bonsai-bonsai di rumah, selalu timbul perasaan-perasaan keterkejutan yang membahagiakan karena menemukan keindahan-keindahan yang selama ini tersembunyi.

Situasi, suasana hati seperti ini ternyata tidak hanya dialami oleh pribadi admin sendiri tetapi juga dialami dan dirasakan oleh orang-orang di lingkungan admin seperti istri, anak dan keluarga lainnya. Admin merasa sangat beruntung karena seluruh anggota keluarga dan orang yang di lingkungan admin mendukung serta menggemari bonsai sebagai hobby. Atau paling tidak adalah ikut menikmati keberadaan dan keindahan-keindahan pohon bonsai itu sendiri.

Hobby admin pada seni bonsai ternyata juga diikuti oleh keluarga. Orang-orang terdekat admin peduli dengan keberadaan pohon bonsai yang ada di lingkungan rumah sehingga setiap hari ikut memperhatikan dan merawat tanaman-tanaman indah itu. Jika sedang memiliki waktu yang luang maka mereka tidak canggung-canggung untuk membantu admin untuk mengolah pohon bonsai seperti pruning, cutting, wiring, repotting dan lain sebagainya. Bahkan yang sangat mengejutkan bagi admin sendiri adalah sudah beberapa bulan terakhir ini istri admin membentuk sendiri pohon bonsai pilihannya sendiri.

Mrs Savitri secara khusus merawat beberapa bonsai yang menjadi pilihannya. Entah pertimbangan apa yang ada dalam benaknya sehingga memilih beberapa bonsai untuk dirawat. Menurut hasil pengamatan admin, Mrs Savitri sangat intens dan focus merawat bonsai-bonsai itu. Sering admin melihat atau mendampinginya selama berjam-jam ketika mengerjakan bonsai-bonsai tersebut. Selepas menyelesaikan program terhadap bonsai biasanya Mrs. Savitri merasa sangat puas dengan hasil karyanya dan merencanakan program selanjutnya untuk bonsai tersebut beberapa minggu atau bulan ke depan.

Akhirnya setelah mengamati beberap bulan kegiatan Mrs. Savitri di dunia seni bonsai, maka admin berpendapat bahwa istri admin telah memiliki hobby baru yaitu seni bonsai. Ini berarti bahwa hobby admin telah mampu menginduksi dan mencemari pikiran dan perasaan Mrs. Savitri sehingga ia juga menyukai dan hobby terhadap seni bonsai. Ada yang mau mencemari pikiran dan perilaku keluarga kita dengan seni bonsai sehingga hobby terhadap seni bonsai memasyarakat? Andakah orang selanjutnya?

Selasa, 15 Desember 2009

Mengenalkan Seni Bonsai Pada Anak

Aryaguna mengapresiasi positif atas hasil karya bonsai

Jika sejak dini anak dikenalkan dan belajar bonsai dari seniornya
Insya Allah kelak menjadi pribadi yang hebat dan mampu menghasilkan
bonsai yang bermutu tinggi.

Beberapa tahun terakhir ini pasca runtuhnya kerajaan anthurium yang bak menara gading membawa angina perubahan yang cukup segar bagi dunia seni bonsai. Bagaimana tidak? Pada saat kerajaan anthurium berjaya, dunia seni bonsai dilupakan oleh para penggemarnya yang kesilap oleh lembaran-lembaran rupiah dalam setiap lembar daun anthurium. Orang-orang yang materialistic dan ingin segera kaya secara instant berlari mengejar dan memuja-muja daun-daun anthurium. Koleksi bonsainya yang selama ini dipelihara dicampakkan begitu saja seolah tidak ada harga dan bekasnya. Bahkan yang paling ironis adalah membuang atau membiarkan pohon-pohon bonsai itu merana dan akhirnya mati. Sungguh sangat ironis, gambaran ketamakan manusia-manusia yang rapuh beberapa tahun yang lalu.

Setelah runtuhnya kerajaan anthurium maka sebagian penggemar bonsai seperti disadarkan dari hipnotis, mereka mencari kembali sisa-sisa koleksi bonsainya yang telah rusak karena sekian lama dicampakkan dan dilupakan begitu saja. Beruntung bagi penggemar yang masih menemukan koleksi bonsainya masih hidup. Cinta lama bersemi kembali.

Itulah bukti nyata kepalsuan cinta para penggemar bonsai yang dimabuk asmara pada daun muda yang terkesan dapat membuat kaya raya mendadak. Itulah bukti nyata bahwa mayoritas penggemar bonsai Indonesia masih berorientasi pada pundi-pundi rupiah dalam berbonsai. Bonsai mayoritas bukanlah berakar pada hobby tetapi berawal dari harapan mereguk untung financial yang besar dengan memilikinya. Sungguh sangat menyedihkan, keluhuran filosofi yang terkandung dalam hobby seni bonsai hanya digantikan dengan lembaran-lembaran uang saja.

Fenomena social ekonomi di atas sungguh membuat penulis malu hati. Menurut pendapat penulis fenomena tersebut disebabkan karena kondisi social ekonomi Indonesia yang kurang makmur dan berkeadilan social yang merata di samping factor konsep pola pikir para penggemar bonsai yang kurang memahami hakikat hobby seni bonsai. Penulis berpendapat bahwa salah satu alternative untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan menanamkan pengetahuan, hobby dan kecintaan terhadap seni bonsai pada anak-anak sejak dini dan pada lingkungan keluarga kita.

Mayoritas penggemar bonsai Indonesia saat ini mulai menggeluti dunia seni bonsai paling dini sejak berusia remaja atau bahkan setelah dewasa. Rasa-rasanya penulis belum pernah mengetahui bahwa tokoh bonsai Indonesia saat ini mulai menggelutinya sejak masih anak-anak. Penulis membuat suatu hipotesa bahwa jika dunia seni bonsai dikenalkan dan diajarkan kepada anak-anak sejak dini maka kelak ketika dewasa maka si anak akan menjadi seniman atau orang yang mampu membuat bonsai yang berkualitas tinggi atau setidak-tidaknya menjadi penggemar bonsai yang bonafide.

Hipotesa di atas didasarkan pada sejumlah fakta yang telah kita ketahui bersama bahwa anak-anak merupakan subjek yang paling mudah untuk menerima pengaruh/stimulus tertentu seperti pengetahuan tentang seni bonsai, dengan metode yang benar dan dilakukan secara berkesinambungan maka akan terjadi proses internalisasi terhadap seni bonsai secara optimal. Kemampuan anak-anak untuk menyerap dan merekam ilmu pengetahuan relative lebih baik dari pada orang dewasa atau lanjut usia. Seiring dengan berjalannya waktu maka kemampuan si subjek anak ini akan semakin berkembang sehingga kapasitasnya akan semakin meningkat.

Hobby seni bonsai merupakan sebuah hobby yang hidup dan selalu berkembang. Dari hobby seni bonsai ini maka setiap penggemarnya akan memiliki kualitas kecerdasan emosional yang lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak mengenal hobby seni sama sekali. Dalam hobby seni bonsai, setiap penggemar akan dilatih untuk percaya kepada kemampuan dirinya sendiri, mau dan mampu menghargai hasil karya orang lain serta memuliakan nama Allah Swt yang telah menciptakan bahan-bahan bonsai secara indah dan menakjubkan. Hal ini juga memicu terjadinya peningkatan kecerdasan spiritual.

Beberapa fakta ilmiah yang diperoleh dari serangkaian penelitian menyatakan bahwa mayoritas orang besar dan sukses di dunia ini bukanlah orang-orang yang dominant memiliki kecerdasan intelektual saja. Akan tetapi mayoritas orang besar dan sukses adalah subjek/orang yang mampu mengoptimalkan pemanfaatan kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual, kecerdasan social dan kecerdasan intelektual.

Upaya-upaya pengenalan hobby seni bonsai pada anak usia dini merupakan upaya proaktif dan investasi jangka panjang terhadap anak di masa yang akan datang. Upaya pengenalan hobby bonsai pada anak usia dini dapat ditempuh dengan beberapa cara seperti mengajak anak dan keluarga ke acara pameran, sarasehan maupun ketika merawat atau membuat bonsai. Pengenalan hobby seni bonsai secara bertahap dan sistematis juga akan membawa dampak yang positif.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa proses belajar yang paling efektif adalah dengan melihat suatu model keteladanan dan melakukan keteladanan itu ditambahi dengan kreativitas pribadi masing-masing. Anak-anak dan keluarga yang sering diajak pada kegiatan-kegiatan hobby seni bonsai dapat dipastikan mengalami proses belajar seni bonsai walaupun secara informal dan kurang termonitor dengan baik. Singkatnya adalah bahwa penulis berpendapat, dunia seni bonsai Indonesia akan maju dengan pesat jika proses belajar seni bonsai diajarkan pada anak dan keluarga sejak usia dini. Anda punya anak dan keluarga? Ayo kita ajak untuk terlibat dalam kegiatan seni bonsai!

Senin, 14 Desember 2009

DIPERLUKAN KEBERANIAN BERKREASI DALAM MEMBUAT BONSAI

Panorama Luweng (sungai bawah tanah) di Gunungkidul.

Ulmus mikro, karya Lintas Batas.
Pot dari kayu jati yang dipahat kemudian dicat
untuk menimbulkan efek air, batu karang dijadikan
sebagai media tempat tumbuhnya bonsai, tulisan-tulisan
corat-coret pada karang merupakan gambaran realistis vandalisme.

Dewasa ini bonsai oleh beberapa pakar mulai dimasukkan dalam suatu ranah seni khususnya masuk dalam ranah seni rupa. Konsekuensi logis dari penggolongan bonsai menjadi bagian dari ranah seni rupa adalah bahwa karya seni bonsai harus memenuhi kaidah-kaidah sebagai benda seni rupa. Oleh karena itu bonsai untuk dapat disebut sebagai hasil karya seni rupa yang bermutu tinggi maka untuk membuatnya para seniman bonsai perlu memahami tentang ilmu seni rupa. Pemahaman ilmu seni rupa merupakan prasyarat wajib bagi para seniman bonsai untuk dapat menjadi landasan konsep pembuatan suatu seni bonsai.

Jika seorang seniman bonsai telah memahami tentang ilmu seni rupa maka diharapkan seniman tersebut akan memiliki keinginan serta imajinasi-imajinasi yang indah, berani, liar namun dapat dipertanggungjawabkan secara ilmu seni rupa. Diharapkan pemahaman yang memadai tentang dasar-dasar seni rupa akan menjadi pemicu dan katalis dalam penciptaan hasil karya seni bonsai yang bermutu tinggi.

Ketika seniman bonsai telah “diracuni” dengan dasar seni rupa maka dalam benak pikirannya saat membuat bonsai tentunya akan muncul unsur-unsur seni rupa seperti garis, warna, tekstur, keseimbangan, komposisi, dimensi, total performance. Waduh! Koq banyak sekali hal-hal yang harus diperhatikan untuk dapat membuat sebuah karya seni bonsai? Koq malah jadi ribet, ruwet dan sebagainya? Itu pertanyaan-pertanyaan mendasar yang akan muncul ketika awal teori-teori seni rupa dijadikan pertimbangan dalam membuat seni bonsai, tetapi ketika sudah diterapkan dan seniman memiliki rasa yang peka maka semuanya akan mengalir begitu saja. Sebuah karya seni bonsai yang bermutu tinggi tidak mesti ruwet, muter-muter, kompleks dan sebagainya. Justeru sebuah karya seni bonsai yang bermutu tinggi adalah karya seni bonsai yang penuh kesederhanaan namun mampu menampilkan seluruh unsur-unsur seni rupa secara pas.

Seorang seniman bonsai untuk dapat menghasilkan karya yang bermutu tinggi juga harus berani mengekplorasi setiap kemungkinan yang ada baik dari segi pemanfaatan bahan pokok, material pendukung maupun dari segi konsep bonsai yang hendak diwujudkan serta cara-cara pengerjaan. Bahkan jika perlu harus berani bersifat kontemporer yaitu melawan, menentang kaidah-kaidah yang selama ini telah mapan dengan cara-cara atau kaidah yang baru yang dapat dipertanggungjawabkan namun mampu memberikan hasil yang jauh lebih baik dari kaidah yang telah ada.

Keberanian para seniman bonsai untuk bersifat kontemporer menurut pendapat penulis akan lebih mampu mendorong munculnya kreativitas-kreativitas “nakal dan liar” dari para seniman sehingga hasil karya seni bonsai tidak hanya yang seperti itu-itu saja. Fakta sejarah menunjukkan bahwa perkembangan kemajuan jaman diperoleh dari usaha-usaha yang terkadang melawan kaidah yang telah ada, berasal dari upaya yang nekat dan berhasil. Kenapa hal ini tidak kita coba untuk berkarya di bidang seni bonsai yang dasarnya merupakan hobby yang kecenderungannya untuk memuaskan hasrat hati atau egoisme pribadi? Kenapa untuk hobby kesenangan hati, kita masih mau dibelenggu dengan aturan-aturan yang diciptakan oleh orang lain yang belum tentu cocok untuk kita?

Oleh karenanya, sekarang beranikah Anda untuk menghasilkan karya seni bonsai yang bersifat Anda Banget? Narsis bukanlah dosa!

Rabu, 02 Desember 2009

Bonsai Lantana Camara Sebagai Bio Pestisida

Bunga Camara yang cantik eksotis



Lantana Camara Linn/Tembelekan

Indonesia yang terletak di daerah beriklim tropis dan terdiri dari belasan ribu pulau-pulau sungguh sangat kaya akan spesies flora dan fauna. Salah satu kekayaan flora Indonesia adalah tumbuhan Lantana Camara Linn/Wild Sage/Tembelekan yang daerah asalnya semula dari daerah Amerika Latin yang juga beriklim tropis.
Lantana Camara Linn/Tembelekan merupakan flora dengan batang berbulu dan berduri serta berukuran lebih kurang 2 m. Daunnya kasar, beraroma dan berukuran panjang beberapa sentimeter dengan bagian tepi daun yang bergerigi. Bercabang banyak, ranting bentuk segi empat, ada varietas berduri dan ada varietas yang tidak berduri. Daun tunggal, duduk berhadapan bentuk bulat telur ujung meruncing pinggir bergerigi tulang daun menyirip, permukaan atas berambut banyak terasa kasar dengan perabaan permukaan bawah berambut jarang. Bunga dalam rangkaian yang bersifat rasemos mempunyai warna putih, merah muda, jingga kuning, dsb. Buah seperti buah buni berwarna hitam mengkilap bila sudah matang.
Lantana Camara Linn/Tembelekan memiliki habitat tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi sekitar 1.700 m di atas permukaan air laut. Lantana banyak tumbuh di tempat-tempat yang terbuka atau agak ternaungi, tetapi di tempat yang relatif panas sering digunakan untuk pagar. Lantana ini di samping memiliki bentuk dan warna bunga yang sangat indah ternyata dapat dimanfaatkan sebagai bio pestisida yaitu obat alami pembunuh serangga. Hal ini terjadi karena di ekstrak daun dan bunga Lantana mengandung lantadene A, lantadene B, lantanolic acid, lantic acid, humule (mengandung minyak asiri), b-caryophyllene, g-terpidene, a-pinene serta r-cymene.
Lantana Camara Linn termasuk tanaman perdu yang dapat tumbuh mencapai ketinggian 2 m, mampu memiliki percabangan dan perantingan yang kaya namun pertumbuhannya relatif lambat untuk memiliki batang berkayu yang besar. Hal yang menarik bagi penulis adalah keindahan dari bunga Lantana Camara Linn/Tembelekan ini yang memang sangat indah. Lantana dapat mengeluarkan berbagai macam warna bunga seperti kuning, orange, pink, putih dan biru. Perdaunan Lantana juga cukup lebat, rapat dan mampu cepat mengecil ketika sering di pangkas serta diatur nutrisinya. Karakter seperti ini berarti bahwa Lantana Camara Linn cukup layak untuk dijadikan sebagai pohon bonsai yang indah dan mempesona. Selama ini penulis belum pernah melihat Lantana Camara Linn/Tembelekan ditampilkan dalam suatu kontes/pameran bonsai di Indonesia. Penulis sangat yakin jika Lantana ditampilkan saat sedang berbunga penuh ketika pameran bonsai maka akan mampu menarik perhatian dan jatuh cinta para penggemar serta juri bonsai. Saat ini penulis juga sedang mengolah salah satu koleksi Lantana Camara Linn/Tembelekan hanya sedang tidak berbunga. Mungkin rekan pembaca juga memiliki si cantik Lantana Camara?