Senin, 08 Maret 2010

BUTIR-BUTIR KESEPAKATAN ANGGOTA AKSISAIN


ASOSIASI KLUB SENI BONSAI INDONESIA


Wahyudi D. Sutomo memberi sambutan


Peresmian Lembaga Kajian Bonsai Indonesia


Sebagian anggota AKSISAIN


Diskusi Tim-Tim Kecil, sangat demokratis!


Peserta menyampaikan pendapat dalam diskusi

Perwakilan anggota AKSISAIN sebelum pulang


Secara umum ilmu itu selalu berkembang seiring dengan perjalanan waktu. Demikian juga ilmu yang berkaitan dengan bonsai. Oleh karena itu mau tidak mau kita harus mengikuti perkembangan itu.

Menapaki kehidupan perbonsaian di Indonesia yang semakin marak serta menyadari bahwa perkembangan sudah menjadi kebutuhan yg mendesak maka dengan dilandasi oleh keinginan yang luhur, jiwa yang bersih, pikiran yang positif serta wawasan masa depan yang baik maka dengan semangat yang membara terbentuklah embrio ASOSIASI KLUB BONSAI INDONESIA yang disingkat AKSISAIN pada tanggal 17 januari 2010 yang lalu bersamaan dengan pameran bonsai di Pemalang Jawa Tengah.

Sebagai organisasi yang baik serta bertanggung jawab tentu dibutuhkan visi & misi yang jelas karena visi & misi yang jelas itu akan menjadi acuan bagi organisasi dalam menjalankan aktivitasnya.

Visi: terwujudnya seni dan ilmu bonsai yang dinamis dalam konstelasi lingkungan hidup dan budaya Indonesia.

Misi:

  1. a. mengutamakan apresiasi serta kajian seni dan estetika agar dihasilkan karya seni bonsai yang indah penuh dengan rasa takjub, terpesona serta mengarah pada bonsai khas Indonesia;
  2. b. mengembangkan kreativitas seni bonsai sesuai dengan Budaya Indonesia;
  3. c. mengembangkan profesionalitas sumber daya manusia sehingga dapat tercipta seni bonsai yang berkualitas;
  4. d. mengedepankan program yang mendasarkan pada kelestarian lingkungan hidup untuk mewujudkan keseimbangan alam.

Program:

a. jangka panjang (5-10 tahun):

  1. menciptakan hasil karya Seni Bonsai Indonesia yang berkualitas dan unggul;
  2. membangun tata kelola industri bonsai di Indonesia secara komprehensif dan terintegrasi utuh yang membawa manfaat bagi anggota asosiasi dan masyarakat umum lainnya;
  3. menampilkan hasil-hasil karya Seni Bonsai Indonesia yang berkualitas dan unggul di tataran nasional setiap 1 tahun sekali dan internasional 5 tahun sekali;


b.
jangka menengah (3-5 tahun):

  1. membangun pusat-pusat seni bonsai di daerah-daerah;
  2. membangun tata niaga bonsai yang baik pada tataran nasional & internasional;
  3. mendirikan pusat-pusat penelitian di klub masing-masing dan pengembangan seni bonsai;
  4. mendorong anggota asosiasi untuk terus berkarya, mengasah kreativitas dan berinovasi dalam seni bonsai;


c.
jangka pendek (1 tahun):

  1. menyusun syarat dasar berdirinya asosiasi dan mendaftarkan paling lambat Bulan April 2010;
  2. mensosialisasikan keberadaan Asosiasi Klub Seni Bonsai Indonesia (AKSISAIN) kepada klub dan masyarakat seni bonsai dan masyarakat umum lainnya;
  3. menginventarisasi klub-klub, paguyuban, komunitas, sanggar dan lain sebagainya yang secara suka rela menggabungkan diri dalam asosiasi beserta segenap sumber dayanya.
  4. menyelenggarakan pertemuan, sarasehan pendidikan & pelatihan untuk menjalin komunikasi antar klub anggota asosiasi dan shareholder nasional & internasional setiap triwulan;
  5. menerbitkan majalah khusus bonsai untuk media komunikasi, pembelajaran dan promosi setiap triwulan;
  6. membangun web site ”AKSISAIN” untuk media komunikasi cyber global;
  7. menyelenggarakan deklarasi berdirinya asosiasi dan pameran bersama yang bersifat monumental diawali pada pameran perdana Bulan Juli di Yogyakarta;
  8. menyusun standarisasi Bonsai Indonesia yang berkualitas dan unggul melalui penerbitan buku bonsai-bonsai terbaik Indonesia 1 tahun sekali;
  9. menjalin komunikasi dan kerja sama dengan para stakeholders nasional maupun internasional (organisasi sejenis; seni, budaya, pendidikan, pariwisata; industri kerajinan; lembaga keuangan dan lain-lain);
  10. mengembangkan saluran-saluran dan media komunikasi yang efektif bagi anggota asosiasi serta masyarakat;
  11. membangun corporate culture/budaya organisasi yang baik.

Kegiatan pertemuan anggota embrio AKSISAIN di Surabaya tersebut dihadiri oleh lebih kurang 100 orang yang merupakan perwakilan dari 42 buah klub, paguyuban, komunitas seni bonsai yang ada di Indonesia. Pada pertemuan di atas juga dideklarasikan Lembaga Kajian Bonsai Indonesia yang bergerak di bidang pengembangan dan penelitian seni bonsai secara ilmiah. Semoga dengan adanya lembaga kajian ini seni bonsai di Indonesia dapat semakin maju dengan pesat sehingga mampu menghasilkan karya seni bonsai yang berkualitas dan unggul dalam tataran perbonsaian masyarakat bonsai internasional.