Selasa, 02 November 2010

Ruang ICU untuk Bonsai

Santigi yg busuk akar dirawat dalam
Ruang ICU


Seringkali penggemar bonsai menghadapi situasi kritis ketika bonsai maupun bahan bonsai kesayangannya kondisi kesehatan dan kebugarannya menurun. Banyak bonsai mengalami nasib buruk seperti mati ranting, cabang bahkan mati total karena berbagai hal. Keadaan yang terkadang menyebabkan situasi kritis ini seperti proses repotting dengan pemotongan akar yang banyak maupun pencucian akar, terkena hujan asam, terlambat menyiram, ataupun sedang terserang penyakit.
Upaya yang dapat dilakukan adalah menanggulangi penyebab menurunnya kondisi bonsai kita dengan tepat. Jika berkaitan dengan adanya penyakit maka segera diberi obat untuk membunuh penyakit itu, bila karena terkena hujan asam maka segera bilas dengan banyak air bersih, jika berkaitan dgn akar maka segera bersihkan akar yang mungkin busuk atau jamuran dgn fungisida dll. Selanjutnya isolasi bonsai dalam ruangan khusus yang biasa disebut "Intensive Care Unit/ICU". Ruang ICU digunakan untuk memudahkan mengontrol kondisi lingkungan seperti suhu, kelembaban maupun kandungan oksigen serta air.
Ruang ICU dapat dibuat secara sederhana menggunakan plastik transparan, bilah bambu, tali rafia serta penjepit. Prinsip dasar dari Ruang ICU buatan ini adalah untuk mengisolasi tanaman dari perubahan kondisi lingkungan yang besar. Ruang ICU dibangun dari plastik transparan di atas kerangka bilah bambu agar sirkulasi udara dapat dikontrol secara maksimal oleh pemilik. Tempatkan Ruang ICU pada tempat yang teduh, tidak terkena sinar matahari secara langsung agar suhunya tidak terlalu panas.
Setelah Ruang ICU terbangun, semprot tanaman dengan air bersih pada bagian daun dan batang serta permukaan media untuk memberi cukup kelembaban bagi tanaman. Secara berkala tanaman disemprot kabut air untuk mempertahankan kelembaban dan memenuhi kebutuhan air bagi tanaman. Perawatan khusus bonsai dalam Ruang ICU lama waktunya tergantung kondisi kesehatan bonsai, semakin parah kondisinya maka biasanya memerlukan waktu perawatan yang jauh lebih lama hingga tumbuh tunas-tunas baru. Berdasar pengalaman, perawatan berlangsung dari 1 minggu hingga 1,5 bulan, tergantung kondisi dan jenis tanaman. Upaya penyelamatan tanaman ini relatif lebih berhasil dibanding jenis perlakuan yang lain. Terkadang ada bagian tanaman yang tidak mampu diselamatkan seperti adanya ranting yang mati, akan tetapi setidaknya bonsai masih dapat diselamatkan untuk dirawat lebih lanjut.